Rabu, 11 Februari 2026

Al Muyassar fii 'ilmin nahwi Jilid 3 | hal. 2 oleh Hafizul Risman

 الْفَاعِلُ
 الْفَاعِلُ هُوَ الِاسْمُ الْمَرْفُوْعُ الَّذِي سَبَقَهُ فِعْلٌ مَبْنِيٌّ لِلْمَعْلُوْمِ أَوْ مَا فِي مَعْنَاهُ، نَحْوُ: 
  • أَرْسَلَ اللهُ الْأَنْبِيَاءَ 
  • يَا سَلِيْمًا صَدْرُهُ
  •  هُوَ الطَّهُوْرُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ
وَيَدُلُّ هٰذَا الِاسْمُ عَلَى مَنْ فَعَلَ الْفِعْلَ أَوْ اتَّصَفَ بِهِ، نَحْوُ:
  •  خَلَقَ اللهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ 
  • ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ 
قَالَ ابْنُ مَالِكٍ:
الْفَاعِلُ الَّذِي كَمَرْفُوْعَيْ أَتَى * زَيْدٌ مُنِيْرًا وَجْهُهُ نِعْمَ الْفَتَى

أَحْكَامُ الْفَاعِلِ

 لِلْفَاعِلِ أَحْكَامٌ، وَهِيَ: 
١. وُجُوْبُ رَفْعِهِ، مِثْلُ: فَازَ الْمُجْتَهِدُ. 
وَقَدْ يُجَرُّ لَفْظًا؛



Al-Fa'il (Subjek/Pelaku)

Definisi: Al-Fa'il adalah Isim (kata benda) yang Marfu' (dibaca rafa'), yang didahului oleh Fi'il Mabni Ma'lum (kata kerja aktif) atau sesuatu yang semakna dengan kata kerja tersebut.
Contoh:
أَرْسَلَ اللهُ الْأَنْبِيَاءَ
يَا سَلِيْمًا صَدْرُهُ
هُوَ الطَّهُوْرُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

Dan Isim ini menunjukkan kepada pihak yang melakukan perbuatan atau yang memiliki sifat dari perbuatan tersebut.
Contoh:
خَلَقَ اللهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ

Berkata Ibnu Malik (dalam Alfiyah):
الْفَاعِلُ الَّذِي كَمَرْفُوْعَيْ أَتَى * زَيْدٌ مُنِيْرًا وَجْهُهُ نِعْمَ الْفَتَى (Fa'il adalah seperti dua kata marfu' yang datang [pada contoh]: 'Zaidun muniran wajhuhu ni'mal fata').

Hukum-Hukum Fa'il
Bagi Fa'il terdapat beberapa hukum, yaitu:
1. Wajib Rafa' (Marfu') Contoh:
فَازَ الْمُجْتَهِدُ (Telah beruntung orang yang bersungguh-sungguh).

Dan terkadang Fa'il itu di-jar-kan secara lafaz (secara pengucapan ia kasrah, tapi kedudukannya tetap rafa').

al jurumiyah | 7

 فَصْلُ الْمُعْرَبَاتِ

الْمُعْرَبَاتُ قِسْمَانِ: قِسْمٌ يُعْرَبُ بِالْحَرَكَاتِ، وَقِسْمٌ يُعْرَبُ بِالْحُرُوفِ.

فَالَّذِي يُعْرَبُ بِالْحَرَكَاتِ أَرْبَعَةُ أَنْوَاعٍ: الِاسْمُ الْمُفْرَدُ، وَجَمْعُ التَّكْسِيرِ، وَجَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمُ، وَالْفِعْلُ الْمُضَارِعُ الَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ.

وَكُلُّهَا تُرْفَعُ بِالضَّمَّةِ، وَتُنْصَبُ بِالْفَتْحَةِ، وَتُخْفَضُ بِالْكَسْرَةِ، وَتُجْزَمُ بِالسُّكُونِ.

وَخَرَجَ عَنْ ذَلِكَ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ: جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمُ يُنْصَبُ بِالْكَسْرَةِ، وَالِاسْمُ الَّذِي لَا يَنْصَرِفُ يُخْفَضُ بِالْفَتْحَةِ، وَالْفِعْلُ الْمُضَارِعُ الْمُعْتَلُّ الْآخِرِ يُجْزَمُ بِحَذْفِ آخِرِهِ.

وَالَّذِي يُعْرَبُ بِالْحُرُوفِ أَرْبَعَةُ أَنْوَاعٍ: التَّثْنِيَةُ، وَجَمْعُ الْمُذَكَّرِ السَّالِمُ، وَالْأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ، وَالْأَفْعَالُ الْخَمْسَةُ، وَهِيَ: يَفْعَلَانِ، وَتَفْعَلَانِ، وَيَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلِينَ.

فَأَمَّا التَّثْنِيَةُ: فَتُرْفَعُ بِالْأَلِفِ، وَتُنْصَبُ وَتُخْفَضُ بِالْيَاءِ.

وَأَمَّا جَمْعُ الْمُذَكَّرِ السَّالِمُ: فَيُرْفَعُ بِالْوَاوِ، وَيُنْصَبُ وَيُخْفَضُ بِالْيَاءِ.

وَأَمَّا الْأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ: فَتُرْفَعُ بِالْوَاوِ، وَتُنْصَبُ بِالْأَلِفِ، وَتُخْفَضُ بِالْيَاءِ.

وَأَمَّا الْأَفْعَالُ الْخَمْسَةُ: فَتُرْفَعُ بِالنُّونِ، وَتُنْصَبُ وَتُجْزَمُ بِحَذْفِهَا.


( Pasal Kata-kata yang Di-Mu'rab-kan / Berubah Akhirannya )

Kata-kata yang di-mu'rab itu ada dua bagian: bagian yang di-i'rab dengan harakat, dan bagian yang di-i'rab dengan huruf.

Maka adapun yang di-i'rab dengan harakat ada empat macam: Isim Mufrad, Jamak Taksir, Jamak Muannats Salim, dan Fi'il Mudhari' yang tidak bersambung sesuatu pun pada akhirnya.

Dan semuanya itu: di-rafa'-kan dengan Dhommah, di-nashab-kan dengan Fathah, di-khafadh-kan dengan Kasrah, dan di-jazm-kan dengan Sukun.

Dan dikecualikan dari (ketentuan) itu tiga hal:

  1. Jamak Muannats Salim di-nashab-kan dengan Kasrah.

  2. Isim yang tidak munsharif (tidak bertanwin) di-khafadh-kan dengan Fathah.

  3. Dan Fi'il Mudhari' yang mu'tal akhir (berhuruf illat) di-jazm-kan dengan membuang akhirnya.

Dan adapun yang di-i'rab dengan huruf ada empat macam: Tatsniyah (Isim Ganda), Jamak Mudzakkar Salim, Asmaul Khamsah (Isim yang Lima), dan Af'alul Khamsah (Fi'il yang Lima), yaitu: Yaf'alani, Taf'alani, Yaf'aluna, Taf'aluna, Taf'alina.

Adapun Tatsniyah, maka ia di-rafa'-kan dengan Alif, serta di-nashab-kan dan di-khafadh-kan dengan Ya'.

Adapun Jamak Mudzakkar Salim, maka ia di-rafa'-kan dengan Wawu, serta di-nashab-kan dan di-khafadh-kan dengan Ya'.

Adapun Asmaul Khamsah, maka ia di-rafa'-kan dengan Wawu, di-nashab-kan dengan Alif, dan di-khafadh-kan dengan Ya'.

Adapun Af'alul Khamsah, maka ia di-rafa'-kan dengan (tetapnya) Nun, serta di-nashab-kan dan di-jazm-kan dengan membuangnya (Nun).


Penjelasannya :

Dalam bab ini, Ibnu Ajurrum membuat rekapitulasi (ringkasan ulang) dari bab-bab sebelumnya. Jika sebelumnya beliau membahas berdasarkan "Tanda" (Dhommah tempatnya di mana saja, Wawu di mana saja), sekarang beliau membalik logikanya: Beliau mengelompokkan kata berdasarkan "Cara I'rab-nya".

Secara garis besar, Al-Mu'rabat dibagi menjadi dua kelompok besar:

  1. Qismun Yu'rabu bil Harakat (Di-i'rab dengan Harakat: Dhommah, Fathah, Kasrah, Sukun).

  2. Qismun Yu'rabu bil Huruf (Di-i'rab dengan Huruf: Wawu, Alif, Ya, Nun).

Berikut penjelasannya dengan syawahid (contoh) Arab:

1. Bagian Pertama: Yang Di-i'rab dengan Harakat (Bil Harakat)

Ini adalah hukum asal (Al-Ashlu). Kelompok ini mencakup:

  1. Isim Mufrad (Tunggal).

  2. Jamak Taksir (Jamak tak beraturan).

  3. Jamak Muannats Salim (Jamak perempuan).

  4. Fi'il Mudhari' (yang tidak bersambung dengan apapun).

Hukum Asal (The General Rule):

  • Rafa' = Dhommah.

  • Nashab = Fathah.

  • Khafadh (Jar) = Kasrah.

  • Jazm = Sukun.

Pengecualian (Al-Mustatsnayat):

Penulis mengatakan: وَخَرَجَ عَنْ ذَلِكَ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ (Keluar dari aturan baku harakat ini 3 hal). Ini poin paling krusial bagi pelajar Nahwu:

A. Jamak Muannats Salim saat Nashab Dia tidak di-nashab-kan dengan Fathah, tapi dengan Kasrah.

  • Contoh: رَأَيْتُ الْمُسْلِمَاتِ (Raitu Al-Muslimaati).

  • I'rab: Maf'ul bih, manshub dengan Kasrah sebagai pengganti Fathah.

B. Isim Ghairu Munsharif saat Khafadh/Jar Dia tidak di-jar-kan dengan Kasrah, tapi dengan Fathah.

  • Contoh: مَرَرْتُ بِأَحْمَدَ وَإِبْرَاهِيمَ (Marartu bi Ahmada wa Ibrahima).

  • I'rab: Majrur dengan Fathah sebagai pengganti Kasrah karena Isim Ghairu Munsharif.

C. Fi'il Mudhari' Mu'tal Akhir saat Jazm Dia tidak di-jazm-kan dengan Sukun, tapi dengan Membuang Huruf Illat.

  • Contoh: لَمْ يَخْشَ (Asalnya Yakhsyaa) | لَمْ يَدْعُ (Asalnya Yad'uu) | لَمْ يَرْمِ (Asalnya Yarmii).

  • I'rab: Majzum dengan Hadzfu Harfil 'Illah.


2. Bagian Kedua: Yang Di-i'rab dengan Huruf (Bil Huruf)

Kelompok ini menggunakan huruf sebagai pengganti harakat (An-Niyabah). Ada 4 jenis:

A. Isim Tatsniyah (Mutsanna)

Rumusnya: ( ا - ي - ي )

  • Rafa' dengan Alif: جَاءَ الزَّيْدَانِ (Az-Zaidani).

  • Nashab dengan Ya': رَأَيْتُ الزَّيْدَيْنِ (Az-Zaidaini).

  • Jar dengan Ya': مَرَرْتُ بِالزَّيْدَيْنِ (Biz-Zaidaini).

  • Catatan: Huruf sebelum Ya' di-fathah-kan (-aini).

B. Jamak Mudzakkar Salim

Rumusnya: ( و - ي - ي )

  • Rafa' dengan Wawu: جَاءَ الْمُسْلِمُونَ (Al-Muslimuna).

  • Nashab dengan Ya': رَأَيْتُ الْمُسْلِمِينَ (Al-Muslimina).

  • Jar dengan Ya': مَرَرْتُ بِالْمُسْلِمِينَ (Bil-Muslimina).

  • Catatan: Huruf sebelum Ya' di-kasrah-kan (-iina).

C. Al-Asma'ul Khamsah (Isim yang Lima)

Rumusnya: ( و - ا - ي ) -> Ingat saja "WAY"

  • Rafa' dengan Wawu: جَاءَ أَبُوكَ (Abuuka).

  • Nashab dengan Alif: رَأَيْتُ أَبَاكَ (Abaaka).

  • Jar dengan Ya': مَرَرْتُ بِأَبِيكَ (Bi Abiika).

D. Al-Af'alul Khamsah (Fi'il yang Lima)

Rumusnya: ( ن - حذف - حذف )

  • Rafa' dengan Tsubutun Nun (Nun-nya tetap ada).

    • Contoh: أَنْتُمْ تَفْعَلُونَ (Taf'aluuna).

  • Nashab dengan Hadzfun Nun (Nun-nya dibuang).

    • Contoh: لَنْ تَفْعَلُوا (Lan Taf'aluu).

  • Jazm dengan Hadzfun Nun (Nun-nya dibuang).

    • Contoh: لَمْ تَفْعَلُوا (Lam Taf'aluu).

Ringkasan Peta Konsep (Khulashah):

Jenis KataRafa'NashabJar / JazmKeterangan
Isim MufradDhommahFathahKasrahNormal
Jamak TaksirDhommahFathahKasrahNormal
Jamak MuannatsDhommahKasrahKasrahBeda di Nashab
Ghairu MunsharifDhommahFathahFathahBeda di Jar
MutsannaAlifYa'Ya'Pakai Huruf
Jamak MudzakkarWawuYa'Ya'Pakai Huruf
Asmaul KhamsahWawuAlifYa'Pakai Huruf
Fi'il MudhariDhommahFathahSukunNormal
Mu'tal AkhirDhommahFathahBuang HurufBeda di Jazm
Af'alul KhamsahNunBuang NunBuang NunPakai Huruf

al jurumiyah | 6

 عَلَامَاتُ الْجَزْمِ

وَلِلْجَزْمِ عَلَامَتَانِ: السُّكُونُ، وَالْحَذْفُ.

فَأَمَّا السُّكُونُ: فَيَكُونُ عَلَامَةً لِلْجَزْمِ فِي الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ الصَّحِيحِ الْآخِرِ.

وَأَمَّا الْحَذْفُ: فَيَكُونُ عَلَامَةً لِلْجَزْمِ فِي الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ الْمُعْتَلِّ الْآخِرِ، وَفِي الْأَفْعَالِ الْخَمْسَةِ الَّتِي رَفْعُهَا بِثَبَاتِ النُّونِ.


( Tanda-tanda Jazm )

Dan bagi Jazm itu ada dua tanda: Sukun dan Al-Hadzf (Membuang).

Adapun Sukun, maka ia menjadi tanda bagi Jazm pada Fi'il Mudhari' yang Shahih Akhir (akhirnya sehat/tidak berhuruf illat).

Adapun Al-Hadzf (Membuang), maka ia menjadi tanda bagi Jazm pada Fi'il Mudhari' yang Mu'tal Akhir (akhirnya berhuruf illat/sakit), dan pada Af'alul Khamsah (Fi'il-fi'il yang Lima) yang (tanda) rafa'-nya dengan tetapnya Nun.


Penjelasannya :

Dalam bab ini, Mushannif (penulis) menjelaskan bahwa Jazm—yang merupakan kekhususan Fi'il Mudhari'—memiliki satu tanda Ashliyyah (Asli) dan satu tanda Far'iyyah / Niyabah (Pengganti).

1. Tanda Asli: As-Sukun (السُّكُونُ)

Sukun adalah tanda asli (al-ashlu) bagi Jazm. Ia berlaku khusus pada Fi'il Mudhari' Shahih Akhir.

  • Definisi Shahih Akhir: Fi'il yang huruf terakhirnya bukan huruf 'illat (penyakit), yaitu bukan Alif (ا), Wawu (و), atau Ya' (ي).

  • Kaidah: Jika masuk amil jazim (seperti Lam, Laa Nahiyah, In Syarthiyah), maka harakat dhommah berubah menjadi sukun.

Contoh:

  • Keadaan Rafa': يَضْرِبُ زَيْدٌ الْكَلْبَ (Yadhribu Zaidun al-kalba - Zaid sedang memukul anjing).

  • Keadaan Jazm: لَمْ يَضْرِبْ زَيْدٌ الْكَلْبَ (Lam Yadhrib Zaidun al-kalba - Zaid tidak memukul anjing).

  • I'rab: يَضْرِبْ: fi'il mudhari', majzum dengan Lam, dan tanda jazm-nya adalah Sukun karena ia Shahih Akhir.


2. Tanda Pengganti: Al-Hadzf (الْحَذْفُ)

Al-Hadzf bermakna "membuang" atau "menghapus". Ini adalah tanda pengganti Sukun. Tanda ini berlaku pada dua jenis fi'il:

A. Fi'il Mudhari' Mu'tal Akhir (الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ الْمُعْتَلُّ الْآخِرِ)

Yaitu fi'il yang huruf terakhirnya adalah huruf 'illat. Saat Jazm, huruf 'illat tersebut wajib dibuang. Harakat yang tersisa menjadi petunjuk huruf apa yang dibuang.

  1. Mu'tal Alif (huruf yang dibuang Alif, sisanya Fathah):

    • Rafa': يَخْشَى الْمُؤْمِنُ رَبَّهُ (Yakhsyaa...)

    • Jazm: لَمْ يَخْشَ الْمُؤْمِنُ إِلَّا اللهَ

    • I'rab: يَخْشَ majzum dengan tanda Hadzfu Harfil 'Illah (membuang huruf 'illat).

  2. Mu'tal Wawu (huruf yang dibuang Wawu, sisanya Dhommah):

    • Rafa': يَدْعُو الْمُسْلِمُ (Yad'uu...)

    • Jazm: لَمْ يَدْعُ الْمُسْلِمُ إِلَى الشَّرِّ

    • I'rab: يَدْعُ majzum dengan tanda Hadzfu Harfil 'Illah.

  3. Mu'tal Ya' (huruf yang dibuang Ya', sisanya Kasrah):

    • Rafa': يَرْمِي اللَّاعِبُ (Yarmii...)

    • Jazm: لَمْ يَرْمِ اللَّاعِبُ بِالْكُرَةِ

    • I'rab: يَرْمِ majzum dengan tanda Hadzfu Harfil 'Illah.

B. Af'alul Khamsah (الْأَفْعَالُ الْخَمْسَةُ)

Yaitu fi'il mudhari' yang bersambung dengan Alif Tatsniyah, Wawu Jama'ah, atau Ya' Mukhatabah. Kaidahnya: Di-rafa'-kan dengan tetapnya Nun (Tsubutun Nun), dan di-jazm-kan dengan terbuangnya Nun (Hadzfun Nun).

  1. Contoh Wawu Jama'ah:

    • Rafa': تَكْتُبُونَ (Taktubuuna)

    • Jazm: لَا تَكْتُبُوا عَلَى الْجِدَارِ

    • I'rab: تَكْتُبُوا majzum dengan Laa Nahiyah, tandanya adalah Hadzfun Nun.

  2. Contoh Alif Tatsniyah:

    • Rafa': تَذْهَبَانِ (Tadzhabaani)

    • Jazm: أَلَمْ تَذْهَبَا إِلَى الْمَسْجِدِ؟

    • I'rab: تَذْهَبَا majzum dengan Lam, tandanya adalah Hadzfun Nun.

  3. Contoh Ya' Mukhatabah:

    • Rafa': تَرْجِعِينَ (Tarji'iina)

    • Jazm: لِتَرْجِعِي إِلَى الْبَيْتِ

    • I'rab: تَرْجِعِي majzum dengan Lam Amar, tandanya adalah Hadzfun Nun.

al jurumiyah | 5

( عَلَامَاتُ الْخَفْضِ )

وَلِلْخَفْضِ ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ: الْكَسْرَةُ، وَالْيَاءُ، وَالْفَتْحَةُ.

فَأَمَّا الْكَسْرَةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِي ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ: فِي الِاسْمِ الْمُفْرَدِ الْمُنْصَرِفِ، وَجَمْعِ التَّكْسِيرِ الْمُنْصَرِفِ، وَفِي جَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ.

وَأَمَّا الْيَاءُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِي ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ: فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ، وَفِي التَّثْنِيَةِ، وَالْجَمْعِ.

وَأَمَّا الْفَتْحَةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِي الِاسْمِ الَّذِي لَا يَنْصَرِفُ.


( Tanda-tanda Khafadh )

Dan bagi Khafadh itu ada tiga tanda: Kasrah, Ya’, dan Fathah.

Adapun Kasrah, maka ia menjadi tanda bagi Khafadh di tiga tempat: pada Isim Mufrad yang Munsharif (bisa menerima tanwin), Jamak Taksir yang Munsharif, dan pada Jamak Muannats Salim.

Adapun Ya’, maka ia menjadi tanda bagi Khafadh di tiga tempat: pada Asmaul Khamsah (Isim yang Lima), pada Tatsniyah (Isim Ganda), dan Jamak (Mudzakkar Salim).

Adapun Fathah, maka ia menjadi tanda bagi Khafadh pada Isim yang tidak Munsharif (Isim yang tidak bisa menerima tanwin).


Penjelasannya :

Dalam bab ini, Ibnu Ajurrum menjelaskan bahwa Khafadh (Jar)—yang merupakan kekhususan Isim—memiliki satu tanda Ashliyyah (Asli) dan dua tanda Far'iyyah / Niyabah (Pengganti).

1. Tanda Asli: Al-Kasrah (الْكَسْرَةُ)

Kasrah adalah ummul bab (induk) dalam bab Khafadh. Ia menjadi tanda pada tiga tempat:

  • Isim Mufrad Munsharif (الِاسْمُ الْمُفْرَدُ الْمُنْصَرِفُ): Yaitu isim tunggal yang menerima tanwin.

    • Contoh: مَرَرْتُ بِزَيْدٍ وَمُحَمَّدٍ (Aku berpapasan dengan Zaid dan Muhammad).

    • I'rab: Majrur dengan kasrah zhahirah karena ia Munsharif.

  • Jamak Taksir Munsharif (جَمْعُ التَّكْسِيرِ الْمُنْصَرِفُ): Isim jamak yang berubah dari bentuk mufradnya dan menerima tanwin.

    • Contoh: نَظَرْتُ إِلَى الرِّجَالِ (Aku melihat kepada para lelaki).

    • I'rab: Majrur dengan kasrah.

  • Jamak Muannats Salim (جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ): Baik itu munsharif atau tidak, Jamak Muannats Salim selalu di-jar-kan dengan Kasrah.

    • Contoh: رَضِيَ اللهُ عَنِ الْمُؤْمِنَاتِ (Allah ridha terhadap para mukminah).

    • Catatan: Jamak Muannats Salim itu unik; saat Nashab dia Kasrah, saat Jar dia juga Kasrah.

2. Tanda Pengganti 1: Al-Ya' (الْيَاءُ)

Ya' menggantikan Kasrah pada tiga tempat:

  • Al-Asma'ul Khamsah (الْأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ): Pola perubahannya: Abuka (Rafa), Abaka (Nashab), Abika (Jar).

    • Contoh: سَلِّمْ عَلَى أَبِيكَ وَأَخِيكَ (Sampaikan salam kepada bapakmu dan saudaramu).

    • I'rab: Majrur dengan Ya' karena Asma'ul Khamsah, dan Ka adalah Mudhaf Ilaihi.

  • Al-Mutsanna / Tatsniyah (التَّثْنِيَةُ): Isim ganda. Polanya diakhiri dengan Ya' sukun dan Nun Kasrah (-aini).

    • Contoh: كَتَبْتُ فِي كِتَابَيْنِ (Aku menulis di dua buku).

    • I'rab: Majrur dengan Ya' (Maftuh ma qablaha / huruf sebelumnya fathah).

  • Jamak Mudzakkar Salim (الْجَمْعُ): Isim jamak laki-laki. Polanya diakhiri dengan Ya' sukun dan Nun Fathah (-iina).

    • Contoh: لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ (Bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan).

    • I'rab: Majrur dengan Ya' (Maksur ma qablaha / huruf sebelumnya kasrah).

3. Tanda Pengganti 2: Al-Fathah (الْفَتْحَةُ)

Ini adalah pengecualian yang paling penting. Biasanya Fathah adalah tanda Nashab, tapi di sini ia menjadi tanda Jar. Ini berlaku khusus untuk:

  • Isim Ghairu Munsharif (الِاسْمُ الَّذِي لَا يَنْصَرِفُ): Yaitu isim yang tidak boleh bertanwin karena memiliki illat (sebab) tertentu (seperti Alamiyah + 'Ujmah pada nama Ibrahim, atau Shighah Muntahal Jumu' pada kata Masajid).

    Kaidahnya: Isim ini di-jar-kan dengan Fathah selama tidak Mudhaf dan tidak kemasukan Alif Lam (Al).

    • Contoh (Nama Nabi): آمَنَّا بِإِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ (Kami beriman kepada Ibrahim dan Ishaq). I'rab: Majrur dengan Fathah sebagai pengganti Kasrah karena ia Isim Ghairu Munsharif (Alamiyah + 'Ujmah).

    • Contoh (Jamak shighah muntahal jumu'): صَلَّيْتُ فِي مَسَاجِدَ كَثِيرَةٍ (Aku shalat di masjid-masjid yang banyak). I'rab: Kata Masaajida majrur dengan Fathah.

    • Peringatan: Jika isim tersebut diberi "Al-" atau di-mudhaf-kan, maka ia kembali ke hukum asal (Kasrah).

      • Contoh: فِي الْمَسَاجِدِ (Fil Masaajidi) - Karena ada Al-.


al jurumiyah | 4

 عَلَامَاتُ النَّصْبِ

وَلِلنَّصْبِ خَمْسُ عَلَامَاتٍ: الْفَتْحَةُ، وَالْأَلِفُ، وَالْكَسْرَةُ، وَالْيَاءُ، وَحَذْفُ النُّونِ.

فَأَمَّا الْفَتْحَةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ: فِي الِاسْمِ الْمُفْرَدِ، وَجَمْعِ التَّكْسِيرِ، وَالْفِعْلِ الْمُضَارِعِ إِذَا دَخَلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ وَلَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ.

وَأَمَّا الْأَلِفُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ، نَحْوُ: "رَأَيْتُ أَبَاكَ وَأَخَاكَ" وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ.

وَأَمَّا الْكَسْرَةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي جَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ.

وَأَمَّا الْيَاءُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي التَّثْنِيَةِ وَالْجَمْعِ.

وَأَمَّا حَذْفُ النُّونِ: فَيَكُونُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَفْعَالِ الْخَمْسَةِ الَّتِي رَفْعُهَا بِثَبَاتِ النُّونِ.



Tanda-tanda Nashab

Dan bagi Nashab itu ada lima tanda: Fathah, Alif, Kasrah, Ya’, dan Membuang Nun (Hadzfun Nun).

Adapun Fathah, maka ia menjadi tanda bagi Nashab di tiga tempat: pada Isim Mufrad, Jamak Taksir, dan Fi’il Mudhari’ apabila masuk kepadanya amil nashab (alat penashab) dan tidak bersambung sesuatu pun di akhirnya.

Adapun Alif, maka ia menjadi tanda bagi Nashab pada Asmaul Khamsah (Isim yang Lima), contohnya: "Ra'aitu Abaaka wa Akhaaka" (Aku melihat bapakmu dan saudaramu) dan apa yang menyerupai itu.

Adapun Kasrah, maka ia menjadi tanda bagi Nashab pada Jamak Muannats Salim.

Adapun Ya’, maka ia menjadi tanda bagi Nashab pada Tatsniyah (Isim Ganda) dan Jamak (Mudzakkar Salim).

Adapun Membuang Nun, maka ia menjadi tanda bagi Nashab pada Af’alul Khamsah (Fi’il-fi'il yang Lima) yang (tanda) rafa’-nya dengan tetapnya Nun.


Penjelasannya :

Dalam bab ini, Mushannif menjelaskan bahwa Nashab memiliki satu tanda Ashliyyah (Asli) dan empat tanda Far'iyyah / Niyabah (Pengganti).

1. Tanda Asli: Al-Fathah (الْفَتْحَةُ)

Fathah adalah tanda asal (al-ashlu) untuk I'rab Nashab. Ia berlaku pada tiga tempat:

  • Isim Mufrad (الِاسْمُ الْمُفْرَدُ): Baik munsharif maupun ghairu munsharif.

    • Contoh: رَأَيْتُ زَيْدًا (Aku melihat Zaid).

    • I'rab: "Zaidan" adalah Maf'ul Bih, manshub dengan Fathah zhahirah.

  • Jamak Taksir (جَمْعُ التَّكْسِيرِ):

    • Contoh: أَكْرَمْتُ الطُّلَّابَ (Aku memuliakan para siswa).

    • I'rab: "At-Thullaba" adalah Maf'ul Bih, manshub dengan Fathah.

  • Fi'il Mudhari' (الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ): Dengan syarat kemasukan Amil Nashib (seperti Lan, An, Kai, dll) dan tidak bersambung dengan sesuatu di akhirnya.

    • Contoh: لَنْ أَضْرِبَ أَحَدًا (Aku tidak akan memukul siapapun).

    • I'rab: "Adhriba" adalah Fi'il Mudhari manshub oleh "Lan".


2. Tanda Pengganti 1: Al-Alif (الْأَلِفُ)

Alif menjadi pengganti Fathah (niyabah 'anil fathah) hanya pada satu tempat, yaitu Al-Asma'ul Khamsah.

  • Ingat polanya: Rafa' dengan Wawu, Nashab dengan Alif, Jar dengan Ya'.

  • Contoh: أَطِعْ أَبَاكَ وَأَخَاكَ (Taatilah bapakmu dan saudaramu).

  • I'rab: Kata أَبَا manshub karena menjadi Maf'ul Bih, tandanya adalah Alif karena ia termasuk Asma'ul Khamsah.


3. Tanda Pengganti 2: Al-Kasrah (الْكَسْرَةُ)

Ini adalah tanda yang unik karena Kasrah biasanya identik dengan Khafadh/Jar. Namun, khusus pada Jamak Muannats Salim, Kasrah menggantikan Fathah.

  • Kaidah: يُنْصَبُ بِالْكَسْرَةِ نِيَابَةً عَنِ الْفَتْحَةِ (Di-nashab-kan dengan kasrah sebagai pengganti fathah).

  • Contoh: خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ (Allah menciptakan langit-langit).

  • I'rab: Kata السَّمَاوَاتِ manshub dengan Kasrah karena ia Jamak Muannats Salim. Jangan pernah membacanya As-Samawata.

4. Tanda Pengganti 3: Al-Ya' (الْيَاءُ)

Ya' menggantikan Fathah pada dua tempat, namun dengan cara baca yang berbeda (harakat huruf sebelum dan sesudahnya):

  • Isim Tatsniyah (Isim Ganda): Huruf sebelum Ya' difathahkan, dan Nun-nya dikasrahkan (-aini).

    • Contoh: اشْتَرَيْتُ كِتَابَيْنِ (Aku membeli dua buku).

    • I'rab: Manshub dengan Ya' karena Mutsanna.

  • Jamak Mudzakkar Salim: Huruf sebelum Ya' dikasrahkan, dan Nun-nya difathahkan (-iina).

    • Contoh: إِنَّ الْمُسْلِمِينَ فَائِزُونَ (Sesungguhnya orang-orang muslim itu beruntung).

    • I'rab: الْمُسْلِمِينَ adalah Isim "Inna", manshub dengan Ya' karena Jamak Mudzakkar Salim.


5. Tanda Pengganti 4: Hadzfun Nun (حَذْفُ النُّونِ)

Membuang huruf Nun. Ini khusus berlaku pada Af'alul Khamsah (Fi'il yang lima: Yaf'aluna, Taf'aluna, Yaf'alani, Taf'alani, Taf'alina).

  • Ketika Rafa', Nun-nya tetap (Tsubut).

  • Ketika Nashab (kemasukan amil nashib), Nun-nya wajib dibuang.

  • Contoh: لَنْ تَفْعَلُوا (Kalian tidak akan melakukannya).

    • Asalnya adalah تَفْعَلُونَ. Karena ada لَنْ, maka Nun dibuang menjadi تَفْعَلُوا.

    • I'rab: Fi'il Mudhari, manshub dengan Hadzfun Nun karena termasuk Af'alul Khamsah. Wawu-nya adalah Fa'il.






al jurumiyah | 3

عَلَامَاتُ الرَّفْعِ

لِلرَّفْعِ أَرْبَعُ عَلَامَاتٍ: الضَّمَّةُ، وَالْوَاوُ، وَالْأَلِفُ، وَالنُّونُ.

فَأَمَّا الضَّمَّةُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي أَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ: فِي الِاسْمِ الْمُفْرَدِ، وَجَمْعِ التَّكْسِيرِ، وَجَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ، وَالْفِعْلِ الْمُضَارِعِ الَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ.

وَأَمَّا الْوَاوُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي مَوْضِعَيْنِ: فِي جَمْعِ الْمُذَكَّرِ السَّالِمِ، وَفِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ، وَهِيَ: أَبُوكَ، وَأَخُوكَ، وَحَمُوكَ، وَفُوكَ، وَذُو مَالٍ.

وَأَمَّا الْأَلِفُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي تَثْنِيَةِ الْأَسْمَاءِ خَاصَّةً.

وَأَمَّا النُّونُ: فَتَكُونُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ، إِذَا اتَّصَلَ بِهِ ضَمِيرُ تَثْنِيَةٍ، أَوْ ضَمِيرُ جَمْعٍ، أَوْ ضَمِيرُ الْمُؤَنَّثَةِ الْمُخَاطَبَةِ.




Tanda-tanda Rafa’ 

Rafa’ memiliki empat tanda: Dhommah, Wawu, Alif, dan Nun.

Adapun Dhommah, maka ia menjadi tanda bagi Rafa’ di empat tempat: pada Isim Mufrad (kata benda tunggal), Jamak Taksir, Jamak Muannats Salim, dan Fi’il Mudhari’ yang tidak bersambung sesuatu pun di akhirnya.

Adapun Wawu, maka ia menjadi tanda bagi Rafa’ di dua tempat: pada Jamak Mudzakkar Salim dan pada Asmaul Khamsah (Isim yang Lima), yaitu: Abuka, Akhuka, Hamuka, Fuka, dan Dzu Malin.

Adapun Alif, maka ia menjadi tanda bagi Rafa’ khusus pada Isim-isim Tatsniyah (kata benda ganda).

Adapun Nun, maka ia menjadi tanda bagi Rafa’ pada Fi’il Mudhari’, apabila bersambung dengannya dhamir tatsniyah, atau dhamir jamak, atau dhamir muannatsah mukhatabah.


Penjelasannya :

1. Tanda Asli: Ad-Dhommah (الضمة)

Ini adalah Al-Ashlu (hukum asal) bagi Rafa'. Jika tidak ada ‘illah (sebab) tertentu, maka kata yang marfu' harus dhommah. Ia berlaku pada 4 tempat:

  • Isim Mufrad (الاسم المفرد): Baik yang Munsharif (bisa tanwin, cth: زَيْدٌ) maupun Ghairu Munsharif (tidak tanwin, cth: أَحْمَدُ). Selama dia tunggal, rafa'-nya dhommah.
  • Jamak Taksir (جمع التكسير): Perubahan bentuk dari mufradnya (pecah pola). Sama seperti mufrad, rafa'-nya dengan dhommah (cth: الرِّجَالُ, الْكُتُبُ).
  • Jamak Muannats Salim (جمع المؤنث السالم): Jamak yang diakhiri dengan Alif dan Ta' (ـات). Rafa'-nya dhommah  (cth: الْمُسْلِمَاتُ). Catatan: Ingat, Jamak Muannats Salim hanya berbeda saat Nashab (kasrah), tapi saat Rafa' dia kembali ke hukum asal.
  • Fi'il Mudhari' yang "Murni" (الفعل المضارع الذي لم يتصل بآخره شيء): (cth: يَضْرِبُ). Maksud 'lam yattashil...' adalah tidak bersambung dengan:

  1. Nun Niswah (karena akan jadi Mabni Sukun). 
  2. Nun Taukid (karena akan jadi Mabni Fathah). 
  3. Alif Tatsniyah, Wawu Jama'ah, Ya Mukhatabah (karena akan pindah ke hukum Af'alul Khamsah). Jadi, fi'il ini mu'rab dengan harakat dhommah (cth: Yadhribu).

2. Tanda Pengganti (Niyabah) 1: Al-Wawu (الواو)

Wawu menggantikan Dhommah pada dua tempat spesifik:

  • Jamak Mudzakkar Salim (جمع المذكر السالم): Isim yang menunjukkan banyak laki-laki dengan tambahan Wawu dan Nun.

Cth: جَاءَ الْمُسْلِمُونَ. 

Teknis: Tanda rafa'-nya adalah Wawu, sedangkan huruf Nun (ن) di situ adalah 'Iwadh 'anit Tanwin (pengganti tanwin pada isim mufrad).

  • Al-Asma'ul Khamsah (الأسماء الخمسة): Lima isim spesifik  yaitu: أَبُوكَ، أَخُوكَ، حَمُوكَ، فُوكَ، ذُو مَالٍ.

Syarat I'rab dengan huruf: Harus Mudhaf (disandarkan), Mufrad (bukan jamak/tatsniyah), dan Mukabbarah (bukan tashghir). 

Cth: هَذَا أَبُوكَ (Ini bapakmu). Tanda rafa'-nya Wawu.


3. Tanda Pengganti (Niyabah) 2: Al-Alif (الألف)

Alif hanya punya satu tempat khusus:

  • Isim Tatsniyah / Mutsanna (تثنية الأسماء): Isim yang menunjukkan jumlah dua.

Cth: الزَّيْدَانِ .

Teknis: Tanda rafa'-nya adalah Alif, bukan Nun. Sama seperti jamak mudzakkar, Nun di sini adalah pengganti tanwin.

Perbedaan: Jangan tertukar dengan Asma'ul Khamsah (di mana Alif adalah tanda Nashab). Di sini, Alif adalah tanda Rafa'.


4. Tanda Pengganti (Niyabah) 3: An-Nun (النون)

Lebih tepatnya disebut Tsubutun Nun (tetapnya huruf Nun). Ini berlaku khusus untuk Af'alul Khamsah (Fi'il yang Lima).

Matan menyebutkan definisinya secara deskriptif: "Fi'il mudhari yang bersambung dengan..."

  • Dhamir Tatsniyah (Alif): Yaf'alaani / Taf'alaani.
  • Dhamir Jamak (Wawu): Yaf'aluuna / Taf'aluuna.
  • Dhamir Muannatsah Mukhatabah (Ya): Taf'aliina.

Pada kondisi Rafa', huruf Nun di akhir harus tetap ada (tsubut). Jika Nun-nya hilang, berarti dia sedang Nashab atau Jazm (karena tanda Nashab/Jazm-nya adalah Hadzfun Nun / membuang Nun).


Ringkasan Skema I'rab Rafa':

  1. Bil Harakat (Dengan Baris): Dhommah (Isim Mufrad, Jamak Taksir, Jamak Muannats, Fi'il Mudhari).
  2. Bil Huruf (Dengan Huruf):
    • Wawu (Jamak Mudzakkar, Asmaul Khamsah).
    • Alif (Mutsanna).
    • Nun (Af'alul Khamsah).





Rabu, 04 Februari 2026

al jurumiyah | 2

بَابُ الْإِعْرَابِ

 الْإِعْرَابُ هُوَ تَغْيِيرُ أَوَاخِرِ الْكَلِمِ لِاخْتِلَافِ الْعَوَامِلِ الدَّاخِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِيرًا. وَأَقْسَامُهُ أَرْبَعَةٌ: رَفْعٌ، وَنَصْبٌ، وَخَفْضٌ، وَجَزْمٌ. فَلِلْأَسْمَاءِ مِنْ ذَلِكَ الرَّفْعُ، وَالنَّصْبُ، وَالْخَفْضُ، وَلَا جَزْمَ فِيهَا. وَلِلْأَفْعَالِ مِنْ ذَلِكَ الرَّفْعُ، وَالنَّصْبُ، وَالْجَزْمُ، وَلَا خَفْضَ فِيهَا.


Bab I'rab 

I'rab adalah perubahan akhir kata karena perbedaan amil (faktor penyebab) yang masuk padanya, baik (perubahan itu) secara lafadz (tampak jelas) maupun secara taqdir (diperkirakan). Dan pembagiannya ada empat: Rafa', Nashab, Khafadh (Jar), dan Jazm. Maka bagian untuk Isim (Kata Benda) dari keempat itu adalah: Rafa', Nashab, dan Khafadh; dan tidak ada Jazm padanya. Dan bagian untuk Fi'il (Kata Kerja) dari keempat itu adalah: Rafa', Nashab, dan Jazm; dan tidak ada Khafadh padanya.

Berikut penjelasan poin-poinnya:

1. Apa itu I'rab? (Perubahan Ekor Kata)

Di bahasa Indonesia, kata "Budi" tetap "Budi", tidak peduli posisinya di mana:

Budi makan roti. (Subjek)

Saya melihat Budi. (Objek)

Saya pergi bersama Budi. (Keterangan)

Tapi di bahasa Arab, bunyi huruf terakhir kata "Budi" (Zaid) harus berubah sesuai jabatannya. Inilah yang disebut I'rab.

Zaidun (زيدٌ) makan roti. (Subjek = bunyi "Un")

Saya melihat Zaidan (زيدًا). (Objek = bunyi "An")

Saya pergi bersama Zaidin (زيدٍ). (Keterangan = bunyi "In")

Jadi, I'rab adalah berubahnya harakat akhir kata karena posisinya dalam kalimat beda-beda.


2. Berubahnya Kelihatan vs Tidak Kelihatan

Teks tadi menyebut: "Lafzhan au Taqdiran" (secara lafadz atau dikira-kira).

Lafzhan (Jelas): Perubahannya kelihatan/kedengaran. Contoh: Zaidun, Zaidan, Zaidin.

Taqdiran (Dikira-kira): Kata yang ekornya huruf sakit (vokal panjang), harakatnya nggak bisa muncul.

Contoh: Nama "Musa".

Mau jadi Subjek tetap "Musa", Objek tetap "Musa". Kita nggak bilang "Musayu" atau "Musayi". Perubahannya dianggap "ada tapi sembunyi".


3. Empat Jenis "Seragam" (Status)

Dalam Nahwu, status kata itu ada 4 jenis (seperti warna seragam):

Rafa' (Ciri utamanya Dhommah/u).

Nashab (Ciri utamanya Fathah/a).

Khafadh/Jar (Ciri utamanya Kasrah/i).

Jazm (Ciri utamanya Sukun/mati).


4. Pembagian Jatah: Isim vs Fi'il

Penulis menegaskan aturan main siapa boleh pakai seragam apa:

A. Untuk ISIM (Kata Benda/Nama):

Boleh Rafa' (Dhommah).

Boleh Nashab (Fathah).

Boleh Khafadh (Kasrah).

HARAM Jazm (Sukun).

Ingat: Nama orang atau benda tidak boleh dimatikan (sukun) akhirnya secara asal. Nggak ada kata Zaidun jadi Zaid (kecuali pas waqaf/berhenti baca). Isim itu hidup, nggak boleh mati.


B. Untuk FI'IL (Kata Kerja):

Boleh Rafa' (Dhommah).

Boleh Nashab (Fathah).

Boleh Jazm (Sukun).

HARAM Khafadh (Kasrah).

Ingat: Kata kerja tidak bisa dikasrah (bawah). Contoh: Yansuru (menolong), nggak mungkin jadi Yansuri.


Ringkasan Rumus:

Isim = Anti Sukun.

Fi'il = Anti Kasrah.

Senin, 02 Februari 2026

al jurumiyah | 1

-( مُقَدِّمَةٌ )-

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللَّهُ


-( أَنْوَاعُ الْكَلَامِ )-

الْكَلَامُ: هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيدُ بِالْوَضْعِ.وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ: اِسْمٌ، وَفِعْلٌ، وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنَى.

فَالِاسْمُ يُعْرَفُ: بِالْخَفْضِ، وَالتَّنْوِينِ، وَدُخُولِ الْأَلِفِ وَاللَّامِ.وَحُرُوفُ الْخَفْضِ وَهِيَ: مِنْ، وَإِلَى، وَعَنْ، وَعَلَى، وَفِي، وَرُبَّ، وَالْبَاءُ، وَالْكَافُ، وَاللَّامُ. وَحُرُوفُ الْقَسَمِ وَهِيَ: الْوَاوُ، وَالْبَاءُ، وَالتَّاءُ.

وَالْفِعْلُ يُعْرَفُ: بِقَدْ، وَالسِّينِ، وَسَوْفَ، وَتَاءِ التَّأْنِيثِ السَّاكِنَةِ.

وَالْحَرْفُ: مَا لَا يَصْلُحُ مَعَهُ دَلِيلُ الِاسْمِ وَلَا دَلِيلُ الْفِعْلِ.

-( Pendahuluan )- Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Penulis (semoga Allah merahmatinya) berkata:

-( Macam-macam Kalam )-

Kalam adalah lafadz yang tersusun yang memberikan faedah (pemahaman sempurna) dengan disengaja (menggunakan bahasa Arab). Dan pembagiannya ada tiga: Isim, Fi'il, dan Huruf yang memiliki makna.

Maka Isim itu dikenali dengan: khafadh, tanwin, dan masuknya Alif dan Lam. Dan huruf-huruf khafadh itu adalah: Min, Ila, ‘An, ‘Ala, Fi, Rubba, Ba’, Kaf, dan Lam. Dan huruf-huruf qasam (sumpah) itu adalah: Wawu, Ba’, dan Ta’.

Dan Fi’il itu dikenali dengan: Qad, Sin, Saufa, dan Ta’ Ta’nits yang sukun (mati).

Dan Huruf adalah apa yang tidak pantas (tidak cocok) bersamanya tanda Isim maupun tanda Fi’il.


Berikut penjelasannya per bagian:

1. Apa itu "Kalam"? (Kalimat Sempurna)

Di paragraf awal, penulis mendefinisikan apa itu Kalam. Dalam bahasa kita, ini mirip dengan Kalimat Efektif. Tidak semua bunyi itu disebut "Kalam". Syaratnya harus 4:

Lafadz: Harus berupa suara/ucapan (bukan tulisan atau kode tangan).

Murakkab: Harus tersusun dari dua kata atau lebih (nggak bisa cuma satu kata doang kayak "Buku", itu belum kalimat).

Mufid: Harus punya makna lengkap. Kalau orang dengar, mereka langsung paham dan nggak nanya "Terus kenapa?".

Contoh: "Saya makan" (Paham). Tapi kalau "Jika saya makan..." (Belum paham, ini bukan Kalam).

Wad'i: Harus pakai bahasa Arab (kalau ngomong kalimat sempurna tapi pakai bahasa Inggris, dalam ilmu Nahwu itu bukan Kalam).


2. Tiga Jenis Kata dalam Bahasa Arab

Penulis bilang, semua kata dalam bahasa Arab itu cuma dibagi jadi 3 kelompok besar. Bayangkan ada 3 keranjang:

Isim (Kata Benda/Nama): Segala kata buat nama orang, hewan, benda mati, sifat, dll. (Contoh: Budi, Batu, Ganteng).

Fi'il (Kata Kerja): Kata yang menunjukkan aksi dan terikat waktu. (Contoh: Sedang makan, Telah tidur).

Harf (Kata Tugas/Sambung): Kata kecil yang nggak punya arti jelas kalau sendirian, tapi bikin kalimat jadi nyambung. (Contoh: Di, Ke, Dari).


3. Cara Membedakan 3 Kata Tersebut (Ciri-cirinya)

Nah, gimana cara kita tahu sebuah kata itu masuk keranjang Isim, Fi'il, atau Harf? Penulis kasih "Tanda Pengenal" atau ID Card-nya.


A. Ciri-ciri ISIM (Kata Benda)

Kata itu pasti Kata Benda kalau punya tanda ini:

Bisa "Khafadh" (Kasrah): Ekor katanya berbunyi "i" (kasrah). Biasanya karena ada kata pengantar sebelumnya.

Ada Tanwin: Ekor katanya bunyi "an, in, un". (Contoh: Muhammadun, Masjidin). Kata kerja nggak mungkin bertanwin.

Ada Alif-Lam (Al-): Di depannya ada "Al". (Contoh: Al-Kitab).

Kemasukan Huruf Khafadh (Kata Depan): Kalau ada kata didahului oleh kata-kata seperti: Min (dari), Ila (ke), Fi (di dalam), Ala (di atas), dll., maka kata setelahnya pasti Isim.


B. Ciri-ciri FI'IL (Kata Kerja)

Kata itu pasti Kata Kerja kalau bisa ditempeli kata-kata ini:

Qad (قد): Artinya "Sungguh" atau "Kadang-kadang".

Sin (س): Artinya "Akan" (waktu dekat). Contoh: Saya akan pergi.

Saufa (سوف): Artinya "Akan" (waktu nanti/kelak).

Ta' Ta'nits (تْ): Huruf 'Ta' mati di belakang kata, yang menandakan pelakunya cewek. (Contoh: Dari kata Jalasa (dia duduk), jadi Jalasat (dia perempuan duduk)).


C. Ciri-ciri HARF (Huruf)

Ini paling gampang. Definisi Huruf adalah: Kata yang "Gak Cocok" dipakein tanda Isim maupun tanda Fi'il. Jadi kalau ada kata yang nggak bisa dikasih "Al-", nggak bisa di-Tanwin, dan nggak bisa dikasih "Akan", berarti dia adalah Harf (Kata Tugas).

Ringkasan Simpel: Teks ini mengajarkan kita cara mendeteksi jenis kata.

Lihat kata ada "Al-" atau bunyi "un/an/in"? -> Itu Benda.

Lihat kata ada arti "Akan" atau "Telah"? -> Itu Kerja.

Nggak cocok dua-duanya? -> Itu Huruf (Kata sambung).