Kamis, 04 Agustus 2016

Bantahan terhadap orang-orang yang mengingkari wujud Allah


Sebuah Anekdot yang cukup menarik dalam masalah ini.

Disebuah sekolah dasar, ada seorang guru mengajukan pertanyaan kepada murid-murid  kelas enam sekolah dasar,
"Apakah kalian melihat saya?"
Mereka menjawab "Ya"
"Kalau begitu, berarti saya ada." kata sang guru.
"Apakah kalian melihat papan tulis itu ada
Mereka menjawab "Ya"
"Kalau begitu, berarti papan tulis itu ada." kata sang guru.
"Apakah kalian melihat meja itu ada
Mereka menjawab "Ya"
"Kalau begitu, berarti meja itu ada." kata sang guru.
Nah sekarang, "Apakah kalian melihat Tuhan?"
mereka menjawab, "Tidak"
"jika demikian, berarti Tuhan itu tidak ada."
Melihat kejadian itu salah seorang murid yang cerdas berdiri dan bertanya "Apakah kalian melihat akal guru kita?"
Mereka menjawab, "Tidak"
"Kalau begitu, Akal guru kita tidak ada."

Bantahan terhadap orang-orang yang mengingkari wujud Allah karena mereka tidak bisa merasakan keberadaan-Nya melalui indera mereka. Mereka berpandangan bahwa jalan untuk mengenal itu adalah dengan indera. Oleh sebab itu, mereka menuduh orang-orang yang beriman pada Allah sebagai orang-orang tukang khayal, sesat, ahli khurafat, sakit jiwa, tidak ilmiah dan tuduhan-tuduhan lain yang di tujukan pada orang-orang yang beriman. Mereka mengatakan bahwa orang-orang yang beriman itu mempercayai adanya Allah bukan melalui indera.

Mereka yang mengatakan bahwa mereka mempercayai apa yang dapat di tangkap oleh indera mereka, dengan sendirinya mereka terbantah dengan realitas tempat hidup mereka. Seperti mereka mempercayai adanya gravitasi bumi  dan hukum – hukumnya walaupun mereka tidak melihat dengan inderanya. Mereka percaya adanya akal, padahal mereka tidak melihatnya, tetapi yang mereka lihat adalah pengaruhnya. Mereka percaya adanya magnet padahal mereka hanya melihat hasil tarik menariknya. Mereka percaya adanya elektron dan neutron walaupun mereka belum pernah melihatnya. Semua itu mewujudkan bahwa mereka mempercayai banyak hal yang tidak dapat dicapai oleh indera manusia. Kepercayaan mereka itu di hasilkan setelah melihat pengaruh dan kekuatan yang di timbulkan oleh hal-hal yang dipercayai keberadaannya. Hal ini tegas-tegas menunjukan dengan jelas banyak hal yang di percayai karena pengaruh-pengaruhnya, dan bukan karena mereka melihat zatnya dengan indera.

_____Mukaddimah cetakan pertama buku ALLAH JALLA JALAALAHU