Sabtu, 14 Maret 2015

Subhanallah, Hushain Masuk Islam, Rasulullah Menitikkan Air Matanya




Dakwah Nabi kepada Hushain, Ayah Imran

Ibnu Khuzaimah mentakhrij dari Imron bin Khalid bin Thaliq bin Muhammad bin Imron bin Hushain, dia berkata, “Aku diberitahu ayahku, dari yahnya, keluarga kakeknya, bahwa orang-orang quraisy mendatangi Hushain, yang di kalangan mereka cuup terpandang. Mereka berkata kepadanya, “jadilah engkau sebagai juru bicara kami untuk menghadapi orang itu (Muhammad), karena dia menyebut-nyebut sesembahan-sesembahan kita dan juga mencaci makinya.”

Maka bersama Hushain mereka menemui beliau, hingga mereka duduk dekat pintu rumah beliau. Melihat kedatangan mereka, beliau bersanda, “berilah tempat yang lapang bagi orang tua ini”. Maka imron dan rekan-rekannya melebar.

Hushain berkata, “ benarkah apa yang sudah kami dengarkan behwa engkau mencaci sesembahan kami dan menyebut-nyebutnya, padahal ayahmu menjaganya dan orang yang baik?”

Beliau menjawab, “Wahai Hushain, sesungguhnya ayahku dan ayahmu berada dalam neraka. Wahai Hushain, berapa banyak sesembahan yang engkau sembah?”

Hushain menjawab, “Tujuh di bumi dan satu di langit”

“Jika ada mudharat menimpamu, maka kepada siapakah  engkau memanjatkan doa?” Tanya beliau

“yang ada di langit”, jawab Hushain

“Jika harta ludes, kepada siapakah engkau memanjatkan doa?”, Tanya beliau.

Hushain menjawab, “yang ada di langit.”

Beliau bersabda, “hanya Dialah yang memenuhi doamu, namun engkau menyekutukan sesembahan-sesembahan yang ada di bumi dengan yang di langit. Apakah engkau benar-benar bersyukur dengan kerelaan hati ataukah engkau takut Dia akan memperdayaimu?”

“Tidak ada pilihan kepada keduanya,” jawab Hushain.

Hushain berkata, “aku sadar bahwa sebelumnya aku tidak pernah di ajak dialog seperti ini.”

“Wahai Hushain, masuklah islam, niscaya engkau akan selamat,” sabda beliau

“Aku mempunyai kaum dan keluarga. Lalu apa yang bisa ku katakan?” Tanya Hushain.

“sekarang Juga ucapkanlah, “Ya Allah, aku meminta petunjuk kepada Mu agar aku dapat menentukan pilihan dalam urusanku ini dan tambahkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat bagiku’.”

Maka Hushain benar-benar mengucapkannya, sehingga sebelu bangkit dari duduknya dia sudah masuk islam. Seketika itu pula Imran, anaknya memeluk kepala Hushain, tangan dan kainya. Melihat itu Nabi SAW  menitikkan air mata seraya bersabda, “Aku menangis karena tindakan Imran. Tadi takala Hushain masuk ketempat ini dia masih keadaan kafir . imron tidak mau menyambutnya dan tidak pula menoleh kepala ke arahnya. Tapisetelah ayahnya masuk islam, maka Imran memenuhi hak-haknya sebagai ayah. Maka hatiku trasa terenyuh karena hal ini.”

Tatkala Hushain hendak keluar, Imran berkata kepada rekan-rekannya, “bangkitlah kalian dan iringi ayahku sampai ke rumahnya”.

Ketika Hushain keluar dari ambang pintu dan orang-orang Quraisy melihatnya, maka mereka berkata, “Dia telah keluar dari agamanya (Jahiliyah).” Lalu merekapun bubar.

Begitulah yang di sebutkan di dalam Al-Ishabah, 1/337


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar