Kamis, 19 Mei 2016

Mau Kuliah??? Mending Mikir Dulu Dech


Menceritakan kembali Kisah Kesuksesan seseorang tidak hanya dengan kuliah dan jika kuliah tidaklah harus masuk ke jurusan yang favorit atau Jurusan yang menurut anda itu memiliki peluang kerja banyak... :D

Lanjut saja saya ceritakan orang-orang yang menurut saya dia luar biasa tanpa kuliah, dan jika kuliah tidak mesti harus di jurusan yang terfavorit
1. Enjang, Bos saya di kantor tempat saya bekerja sekarang, kantor ini beroperasi dalam bidang expor dan impor. Yang luar biasanya bos saya itu hanya tamatan SMA, dan sedikit cerita tentang dia, bahwa dia dulunya adalah karyawan dari sebuah perusahaan expor dan impor juga, dia tidak pernah membayangkan bisa punya perusahaan, punya rumah, dan mobil. Tapi yang dia lakukan masa mudanya adalah rajin bekerja dan belajar dari pengalaman kerjanya sehingga menjadi bos yang dulunya hanya karyawan seperti saya.
2. Ahmad, guru ngaji saya yang berprofesi sebagai seorang konsultan pajak yang bisa nahwo shorof dan memiliki hapalan 7 juz(saat saya menulis cerita ini). Dulunya bapak ini SMA nya di SMA malam dengan paket C di jakarta. Siang bekerja dan malamnya sekolah. Setelah lulus dia menjoba mendaftar di PTN yang terkenal termasuk UI dan STAN.. tahun pertama setelah lulus dari SMA dan tahun itulah dia gagal di semua PTN tempat dia mendaftar. Kemudian dia mencoba untuk tahun ke dua dan Alhamdulillah lulus di STAN, tentu saja dengan perjuangan yang berat dan usaha yang maksimal. Awalnya dia ingin menjadi sorang dokter, tapi apa boleh buat takdir yang menentukannya. Dan lebih wah nya dia itu setiap semesternya selalu berada di atas garis merah setelah ujian (hampir DO)... dan dia pernah kalau dia itu tidaklah pintar-pintar amat tapi dia hanya rajin... selama di STAN dia hanya tidur 5 jam per hari, sebihnya digunakan untuk belajar dan berdakwah.
Wah gimana ????? mau tau lagi orang nya siapa????
Ok lanjut.....
3. Dr. Agus.... seorang dokter THT di salah satu rumah sakit di jakarta dan dia teman mengaji saya, dia pernah cerita bahwasanya dia menyelesaikan kuliah kedokteran UI kurang lebih 7 tahun itupun setelah dia menikah. Nah giamana sekarang??? Selain jadi dokter diapun seorang pembisnis. Karena dari awalnya dia tidak pengen jadi dokter tapi pengen jadi pembisnis.

Sebenarnya masih banyak orang-orang hebat yang saya temui cuman saya belom bisa ceritain karena belom terlalu dekat hanya kenalan saja.
Nah bagaimana dengan saya sendiri.... saya hanya pemain pemula dalam cerita ini,

Jadi intinya apa??? Jika anda ingin kuliah pikirkan dulu yang di bawah ini... jreng,, jreng,,,,
- Anda harus memilih jurusan yang anda minati dan sesuai dengan bakat anda, atau setidaknya sesuai dengan bakat anda. Dan cobalah untuk fokus dan rajin. Jangan asal kuliah...
Jika anda asal kuliah maka anda akan menjadi pengangguran daerah, gelar sarjana anda hanya sebagai tulisan dia atas kertas dengan tinta emas. Tidak berguna dan hanya membuang-buang duit orang tua. Jangan pernah anda punya prinsip “Yang Penting Kuliah” prinsip tersebut salah besar.
- Saat anda kuliah janganlah menjadi mahasiswa KUPU-KUPU ( kuliah pulang kuliah pulang) cobalah untuk memperbanyak teman – teman yang bermanfaat. Seperti di mesjid, bukan di kafe, tenpat karoke an, dan jauhi tempat maksiat.
- Yang paling penting DEKATKAN DIRI ANDA KEPADA ALLAH. Karena yang menentukan jalan kehidupan anda baik atau buruknya itu adalah Allah..
Sekian dari saya, dan Anda mungkin bisa sukses seperti mereka walaupun jalannya tidak mesti sama persis sama mereka, tapi intinya anda harus punya visi kedepan, anda harus punya mimpi yang tinggi...

Ibarat pepatah minang “ bacito citolah satinggi langik, ko nyampang dak sampai tasangkuiknyo di batang karambie, tapi kok cito cito satinggi batang karambi tasangkuiknyo di stang sepeda”


Selasa, 10 Mei 2016

Bahasa Arab



BahasaArab itu...

Ada biaya, kau ingin gratis.
Tak ada biaya, kau bilang tak profesional.

Tempat jauh kau mengeluh.
Tempat dekat kau berleha-leha.

Tersedia online kau ingin tatap muka.
Ada tatap muka kau jarang datang.

Ada jadwal pagi kau minta malam.
Dipindah malam, kau lelah pulang kerja.

Dibuka pendaftaran baru, kau bilang sibuk Seminar, Event, dll.
Seminar, Event, dll selesai, kau minta waktu istirahat dulu.

Training satu hari kau sebut mustahil bisa bahasa Arab dalam waktu singkat.
Program lima tahun, kau malah ingin minta Short Course, kursus singkat.

Metode yang meminta hafalan kau bilang berat.
Metode yang tak mewajibkan hafalan kau bilang kurang menantang.

Latihan menulis kau bilang merepotkan.
Tak ada latihan menulis kau minta diajari bagaimana agar pandai menulis.

Program mondok kau sebut sudah tidak pas untuk orang seusiamu.
Program yang pulang pergi kau katakan habis waktu di jalan.

Mau mendatangi tempatnya instruktur kau menebak "ah, jangan2 instruktrunya tdk ada di tempat"
Instruktur mau datang ke tempatmu kau bilang "nanti biar kami yang datang. ngga enak merepotkan".

Gurunya minta bayaran kau bilang tidak ikhlash mengajar.
Gurunya tidak minta bayaran kau curigai ada U dibalik B.

Kelas akhir pekan kau bilang bentrok dengan jadwal kegiatan, minta hari biasa.
Kelas hari biasa kau menyayangkan kenapa tidak akhir pekan...sudah terlalu sibuk.

Pendapat yang mewajibkan belajar bahasa Arab kau sanggah.
Diminta coba-coba sholat pakai bahasa selain Arab kau sebut sesat.

Gurunya dari pesantren kau anggap tak pas dengan orang umum.
Gurunya bukan dari pesantren kau ragukan kapasitasnya.

Lembaganya informal kau pertanyakan legalitasnya.
Lembaganya formal kau ingin cari yang biasa saja.

Sering di-Japri diberi motivasi semangat kau minta jangan terlalu sering.
Jarang di-Japri kau bilang Admin kurang perhatian.

Namamu sudah tersohor, minta cepat ada yang bimbing, supaya ngga malu2in kalau ditanya bahasa Arab tidak bisa.
Diminta komitmen waktu, kau sibuk jadi narasumber.

Kau Biasa bekerja dan meminta bayaran, tinggi pula kadang.
Guru bahasa Arab bekerja kau minta jangan ditarif.

Cuaca hujan kau jadikan alasan.
Cuaca cerah, kau manfaatkan jalan-jalan.

========
Semoga itu bukan engkau.
Sumber : @lisan mulia