Persahabatan adalah saudara yang bukan sedarah
Nama saya pijun berumur 22 tahun, kali ini saya akan bercerita tentang masa lalu tentang sebuah ikatan yang orang-orang menyebutnnya PERSAHABATAN.
Kita coba flashback saat zaman SD, pertama sekolah saya bertemu dengan seorang bocah (saya juga masih bocah) yang menjadi teman rebutan tempat duduk paling depan. Sebut saja namanya UCOK, Karena sering rebutan jadinya saling kenal dan berangsur maen klereng dirumah. Tidak hanya teman bermain tapi berangsur-angsur menjadi teman belajar.
Dan di zaman SD juga saya bertemu dengan perempuan yang entah kenapa saya bisa berteman dengannya, awalnya kita kenal karena orang tua saya akrab dan sering ke rumah neneknya yang dia tinggal bersama neneknya. Nama kerennya adalah CUBENG. Hubungan saya dan dia saat SD tidak begitu spesial hanya teman biasa.
dan satu lagi Senior saya yang berwatak kekanak-kanakan. Namanya CIKIDE. Awal pertemuan saat berada di surau malam hari, anak yang selalu menertawakan pakaian saya dan tidak mau menjadi teman akrab saya. Dulunya sich jaman SD dia lumayan terkenal. Saya bingung orag seperti dia bisa terkenal. Ok SKIP
Kedekatan kami bertiga berawal saat saya akan mengikuti Ujian Nasional. Saya, Ucok, dan Cubeng satu angkatan sering belajar malam bersama. Cikidepun ikut bersama kami karena kepopularitasannya sudah menghilang saat SMP. Setelah selesai ujian nasional tingkat SD Kamipun terpisah dengan Ucok yang masuk MTSn sedangkan kami masuk SMP yang sama. Tapi minimal setiap malam minggu kami selalu ngumpul untuk makan mie dan itu telah menjadi rutinitas kami.
Persahabatan kami tidak berjalan mulus seperti jalan tol, terkadang sikap kekanak-kanakan kami membuat persahabatan kami agak sedikit renggang. Seperti halnya karena omongan yang berlebihan, sedikit kekecewaan. Namun kerenggangan itu tidak bertahan lama, palingan seminggu terus kita ngumpul lagi.
Dalam persahabatan itu tidak boleh berkata bohong, tapi tidak bagi kami. Kami sering berbohong untuk menyelamatkan teman kami, mulai dari jagung bakar, buah rambutan, cangkul yang patah, lemari yang pecah, dan yang terakhir PER (hanya orang-orang yang beriman bisa mengerti).
Saya, Ucok, dan Cikide dianggap pacaran sama Cubeng karena saking seringnya kami bermain kerumah cubeng, bahkan orang tua kamipun sering menertawakan kami, kenapa kami bisa seakrab itu, bahkan sampai sekarang.
Masa-masa SMP pun kami lalui dengan hal-hal yang menyenangkan, mulai dari peta umpet, permainan monopoli, games PC, maen tebak nama binatang, main domino, belajar menyulam, maen kartu, nahkan ke esokannya ujian kita masih bermain kartu. Memang masa yang tak terlupakan dan tak akan terhapuskan.
Takdir mempertemukan kami lagi di SMA yang sama. Masa ini kami sedikit sibuk dengan banyak tugas dan Cubeng pun telah mengakui dirinya kalau dia seorang perempuan. Dia telah mempunyai teman – teman perempuan yang baru. Saya, Ucok, dan Cikide agak merasa kehilangan. Begitupun waktu saya yang telah terbagi karena sudah punya pacar, mungkin salah satu penyebabnya adalah karena saya sudah punya seseorang yang berhasil merebut waktu saya dari sahabat saya.
Akhir SMA yang sangat berkenang oleh saya, disaat terjadinya begitu banyak masalah namun mereka tetap mensupport saya dan selalu bersama saya. Mereka yang luar biasa bisa percaya dengan mimpi ini bahkan orang-orang sudah menjauhi saya.
Setelah saya, Ucok, dan Cubeng. Cikide telah lulus tahun lalu namun cuti selama setahun. Jadi kita sama-sama mau kuliah. Dan Alhamdulillah Kami di terima di luar kota, Saya Kuliah di Jakarta, Ucok dan Cikide di bogor, dan Cubeng kuliah di Bandung. Selama satu semester kita kuliah terasa berat hati ini, kondisi tanpa orang tua dan suasana baru yang belom kondusif.
sudah 4 tahun kami kuliah dan wow....... kami tetap solit meskipun jarang ngumpul.
Saya berharap, sebelum saya mati kami bisa ngumpul dan masak mie bareng lagi.
Setelah saya pikir, kenapa Saya, Ucok, Cikide, dan Cubeng bisa solid. mungkin karena kami memiliki nasib yang sama, perasaan yang sama, saling melengkapi, dan Allah meakdirkan kami bersama.
PERSAHABATAN BUKAN HANYA PERTEMANAN, NAMUN SAUDARA YANG BUKAN SEDARAH.......

