Senin, 05 Januari 2015

Jangan Dekati Zina Kawan

 

 

Bahkan jangan mendekati zina, Allah memperingati kalian. kenapa? karena kerusakannya yang di hasilkan. Karena kesengsaraan yang di hasilkannya.


Sebuahkisah nyata, dan di publikasikan dalam koran-koran Arab. Aku tidak akan menyebutkannya namanya, yang menceritakan kisah ini adalah orang yang melakukannya sendiri.
Dan dia meminta kepada koran agar tidak mencantumkan namanya. Dia hanya ingin orang-orang mengetahui kisahnya, Dia menceritakan

Aku sedang di kampus dengan teman-teman dan punya banyak hubungan dengan gadis-gadis. Pada suatu waktu aku bertemu seorang gadis dan melakukan hubungan terlarang dengannya, aku tetap melakukannya sampai dia menjadi hamil karenaku, dan ketika keluarganya mengetahui perkara ini, dan ketika gadis itu mencerikannya kepada keluarganya, abangnya datang dan menghajarku, jadi aku berkata kepadanya: “Aku tidak mengenal gadis ini, carilah orang lain yang menghamilinya”. 

Kemudian aku meninggalkannya dan pergi. Dan kerena mereka tidak mempunyai bukti untuk membuktikan kesalahanku, mereka meninggalkanku. Aku melupakan kejadian ini
 

Tahun-tahun berlalu, aku pulang kerumah dan suatu hari aku menemukan ibuku pingsan di lantai, aku mencoba menyadarkannya, dan kapanpun dia sadar dia berteriak dan pingsan lagi. Aku menyadarkannya kedua kalinya, tapi lagi-lagi dia berteriak dan pingsan. Aku mencobanya sampai tiga kali sampai aku berkata: “ibu apa yang terjadi ?” dia berteriak dan berkata “ Saudarimu.”. Aku berkata : “apa yang terjadi pada saudariku?”. Ibuku berkata “Dia dihamili tetangga”.
 

Aku mengunjungi tetangga itu dan aku mulai menyerangnya sampai dia berkata kepadaku seperti anak panah yang menghujam hatiku. Tahukah kalian apa yang dia katakan, dia berkata : “Aku tidak mengenal gadis ini, carilah orang lain yang menghamilinya”. Subhanallah, hal yang sama yang kuucapkan kepada keluarga gadis di kampus bertahun-tahun yang lalu. Pahala tergantung amal perbuatannya. Dan begitulah, aku mengalami depresi yang berat setelahnya.
 

Kemudian bertahun-tahun setelahnya aku memutuskan untuk menikah. Setelah bertunangan dan akad nikah, kami siap untuk pesta pernikahan. Pada hari pesta pernikahan aku mendapatkan kejutan. Pengantinku pernah melakukan zina sebelumnya. Dia berkata kepadaku : “tutupi keburukanku, semoga Allah menutupi keburukanmu”.
 

Jadi aku berkata seorang diri: “sudah cukup ya tuhanku, Cukup!, Cukup! Aku sudah menjalani hukumanmu.” Aku hanya bisa menghela nafas dan mencoba menelan cobaan ini. Dan aku menghabiskan banyak waktu dengan istriku sampai dia melahirkan seorang bayi rembulan bagaikan rembulan. Kemudian ketika dia berusia 6 tahun, anakku datang dari luar sambil menangis. Apa yang terjadi??. Penjaga rumah telah memperkosanya . LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYIL ADZIM (Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung). .
وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ -

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. Al anfal ayat 30


عن أبي أمامة قال :
إِنَّ فتى شابًا أتى النبيَّ صلى الله عليه وسلم فقال :
يَا رَسُولَ اللهِ ائْذِنْ لِي بِالزِّنَا،
فأقبل القوم عليه فزجروه وقالوا : مَهْ مَهْ! فقال : اُدْنُهُ، فَدَنَا مِنْهُ قَرِيبًا
قال : فجلس،
Daripada Abi Umamah telah berkata:
Sesungguhnya seorang pemuda datang kepada Nabi SAW, seraya berkata:
“Ya Rasulallah, izin aku untuk berzina”.
Maka orang ramai pun berpaling kepadanya sambil menahannya, dan mereka berkata: “Jangan..jangan (Berhentilah kamu dari berkata sebegitu)”,
Maka telah berkata (Rasulullah SAW): “Bawakan dia dekat denganku”. Maka pemuda itu telah mendekati Baginda SAW.
(Abu Umamah) berkata: maka (pemuda itu) telah duduk (dekat dengan Rasulullah SAW).
قال : أَتُحِبُّهُ لِأُمِّكَ ؟ قَالَ : لَا وَاللهِ جَعَلَنِيَ اللهُ فِدَاءَك،
قال : ولَا النَّاسُ يُحِبُّونَهُ لِأُمَّهَاتِهِمْ،
قال : أَفَتُحِبُّهُ لِابْنَتِك؟ قال : لَا وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ جَعَلَنِيَ اللهُ فِدَاءَكَ،
قال : ولَا النَّاسُ يُحِبُّونَهُ لِبَنَاتِهِمْ،
Rasulullah SAW mula bersabda: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada Ibumu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”
Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada ibu-ibu mereka”.
Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada anak perempuanmu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”
Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada anak-anak perempuan mereka”.

 قال : أَفَتُحِبُّهُ لِأُخْتِك؟ قال : لَا وَاللهِ جَعَلَنِيَ اللهُ فِدَاءَك ،
قال : ولَا النَّاسُ يُحِبُّونَهُ لِأَخَوَاتِهِمْ
قال : أَفَتُحِبُّهُ لِعَمَّتِك؟ قال : لا والله جعلني الله فداءك ،
قال : ولَا النَّاسُ يُحِبُّونَهُ لِعَمَّاتِهِمْ،
قال : أَفَتُحِبُّهُ لِخَالَتِكَ؟ قال : لَا وَاللهِ جَعَلَنِيَ اللهُ فِدَاءَك،
قال : ولَا النَّاسُ يُحِبُّونَهُ لِخَالَاتِهِمْ،
Rasulullah SAW mula bersabda: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada Ibumu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”
Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada ibu-ibu mereka”.
Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada anak perempuanmu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”
Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada anak-anak perempuan mereka”.
Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada saudara perempuanmu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”
Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada saudara-saudara perempuan mereka”.
Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada emak saudaramu (sebelah ayah)?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”
Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada emak-emak saudara (sebelah ayah) mereka”.
Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada emak saudaramu (sebelah ibu)?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”
Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada emak-emak saudara (sebelah ibu) mereka”.
قال : فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهِ وقال : اللهم اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ وَحَصِّنْ فَرْجَهُ.
فَلَمْ يَكُنْ بَعْدَ ذلِكَ الْفَتَى يَلْتَفِتُ إِلى شَيْءٍ.
Abu Umamah berkata: Maka Rasulullah SAW meletakkan tangannya di atas pemuda itu, lalu berdoa:
“ALLAHUMMAGHFIR ZANBAHU, WA TOHHIR QALBAHU, WA HASSIN FARJAHU”
"Ya Allah ampunkanlah dosanya, bersihkanlah/sucikanlah hatinya (dari memikirkan sesuatu maksiat), dan jagalah kemaluannya (dr melakukan zina)"
Selepas itu, pemuda itu tidak lagi memandang sesuatu (yg berupa maksiat (terutama zina), natijah maqbulnya doa Nabi SAW).
(HR Ahmad 5/256-257, Dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Kitab Al-Silsilah Al-Sahihah 1/645)




Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar